MANADO – Panglima Komando Daerah Militer XIII/Merdeka (Pangdam XIII/Merdeka) Mayor Jenderal TNI Mirza Agus, S.I.P., menegaskan komitmen memperkuat sinergi melalui pendekatan pentahelix dalam setiap program dan kegiatan jajaran Kodam XIII/Merdeka.
Hal ini disampaikan saat coffee morning bersama puluhan insan pers di Manado, Selasa (01/09/2026).

Pangdam menjelaskan, pendekatan pentahelix melibatkan lima unsur utama: pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat/komunitas, dan media. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting agar setiap program memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Termasuk media yang selalu terlihat dan sangat membantu kami. Saya beri apresiasi dan terima kasih kepada insan pers, saya hormat untuk Anda sekalian,” ujar Pangdam XIII/Merdeka.
Selain itu, Mayjen TNI Mirza Agus menjelaskan rencana kerja yang difokuskan pada tiga hal utama:
1. Karya Bakti Skala Besar
Saat ini sedang berlangsung di Kepulauan Talaud dan Kabupaten Sangihe, berlangsung dua bulan hingga September 2026. Melibatkan sekitar 500 prajurit TNI Angkatan Darat dibantu masyarakat, kegiatan mencakup: 120 titik pengeboran air bersih, perbaikan sekolah, bedah rumah, perbaikan jalan dan jembatan, serta pembangunan mikrohidro — instalasi skala kecil yang mengubah energi aliran air menjadi tenaga listrik.
2. Pembangunan 4 Batalyon Teritorial
Setiap batalyon baru akan diperkuat 500–600 prajurit TNI Angkatan Darat, dengan rincian:
- Yonif TP 824 — Markas: Kab. Gorontalo Utara (Area Konsolidasi Sementara: Gorontalo)
- Yonif TP 868/Bantong Sakti — Markas: Kab. Bolaang Mongondow Timur (Area Konsolidasi Sementara: Kotamobagu)
- Yonif TP 915/Bitu’o — Markas & Area Konsolidasi Sementara: Kab. Boalemo
- Yonif TP 916/Satria Dharma Yudha — Markas & Area Konsolidasi Sementara: Kota Bitung
3. Pendekatan Pentahelix
Seluruh kegiatan, termasuk karya bakti, akan terus melibatkan lima unsur pentahelix — pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media — agar sinergi berjalan optimal. (*/je)












