Sulut – Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), sebuah gerakan nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, kini menjadi fokus utama dalam agenda pembenahan lingkungan di seluruh Indonesia.
Gerakan yang pertama kali mengemuka dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul pada Februari 2026 ini bertujuan menciptakan tatanan lingkungan yang hijau, sehat, dan teratur.
Dalam mendukung penuh arahan Presiden, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, telah mengusung sejumlah langkah strategis. Berbagai inisiatif nyata kini tengah digalakkan, mulai dari gerakan penghijauan (penanaman pohon), revitalisasi kebersihan sungai, hingga implementasi pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang mengubah limbah menjadi sumber energi maupun material bernilai guna.
Program “Gentengisasi” dan Pemanfaatan FABA
Salah satu turunan inovatif dari Program ASRI adalah program “gentengisasi”. Inisiatif ini berfokus pada perbaikan kualitas hunian dengan mengganti atap rumah yang masih menggunakan seng atau asbes—yang cenderung panas dan kurang ramah kesehatan—dengan genteng yang lebih nyaman, sehat, dan estetis.
Lebih lanjut, pemerintah mendorong konsep pemanfaatan material dari limbah industri sebagai bahan dasar pembuatan genteng. Langkah nyata ini ditinjau langsung oleh Simon Aloysius Mantiri melalui kunjungan kerja ke PLTU Amurang di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.
Dalam kunjungan tersebut, Simon melihat potensi besar dari pengolahan Fly Ash and Bottom Ash (FABA)—material sisa pembakaran batu bara yang selama ini dikelola oleh PT PLN (Persero). PLN telah berhasil menyulap FABA menjadi material konstruksi bernilai ekonomis, seperti bahan baku semen, batako, paving block, hingga material pengeras jalan.
Sinergi Strategis Lintas Lembaga
Potensi FABA kini dikembangkan lebih jauh melalui sinergi strategis antara Pertamina, PLN, Danantara, serta berbagai BUMN lainnya.
Kolaborasi ini bertujuan memformulasikan fly ash sebagai bahan pencampur dalam pembuatan genteng. Selain mendukung target Program ASRI, langkah ini membuktikan bahwa sinergi lintas sektor dapat mengubah limbah industri menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
Simon Aloysius Mantiri menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran PLN dan tim PLTU Amurang atas keberhasilan inovasi ini.
“Terima kasih kepada Dirut PLN dan tim PLTU Amurang atas penyambutannya yang luar biasa. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat BUMN dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi,” ungkap Simon.
Melalui pendekatan berbasis teknologi dan kerja sama antar-BUMN, pemanfaatan limbah kini bertransformasi menjadi kekuatan baru untuk menunjang pembangunan nasional. Upaya ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi lingkungan Indonesia yang lebih Aman, Sehat, Resik, dan Indah bagi seluruh masyarakat.
Dukung Program Presiden Prabowo, Simon Mantiri: Program ini diarahkan untuk mengganti atap rumah yang masih menggunakan seng dan asbes












