Internasional

Qatar Umumkan Penangkapan 10 Agen Mata-Mata IRGC Iran‎‎

×

Qatar Umumkan Penangkapan 10 Agen Mata-Mata IRGC Iran‎‎

Share this article

Doha – Qatar mengumumkan penangkapan dua sel mata-mata yang beroperasi untuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, dengan total sepuluh tersangka diamankan dalam operasi intelijen tersebut. ‎‎

Kantor Berita Qatar (QNA) melaporkan pada Selasa, 3 Maret 2026 bahwa tujuh dari tersangka ditugaskan untuk memata-matai “fasilitas vital dan militer” di Qatar, sementara tiga lainnya bertugas melaksanakan operasi sabotase.

Demikian dikutip dari Al Jazeera.‎‎”Selama interogasi, para tersangka mengakui afiliasi mereka dengan Garda Revolusi Iran dan bahwa mereka telah ditugaskan untuk misi spionase serta kegiatan sabotase,” demikian laporan QNA.‎‎

Otoritas Qatar menemukan lokasi dan koordinat fasilitas serta instalasi sensitif, bersama dengan perangkat komunikasi dan peralatan teknologi yang dimiliki para tersangka, menurut laporan tersebut.‎‎

Penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah Iran melancarkan serangan balasan ke Qatar dan negara-negara Teluk Arab lainnya sejak AS dan Israel memulai serangan gabungan terhadap Iran pada Sabtu lalu 28 Februari 2026.

‎‎Iran menyatakan menargetkan aset AS di kawasan dengan serangannya, namun infrastruktur sipil termasuk bandara dan hotel juga terkena dampak.‎‎

Puluhan ledakan dilaporkan terjadi di Qatar selama beberapa hari terakhir. Kementerian Pertahanan Qatar mendeteksi peluncuran tiga rudal jelajah, 101 rudal balistik, dan 39 drone menuju wilayah udaranya sejak Sabtu lalu. ‎‎

Meskipun Qatar berhasil mencegat dan menghancurkannya, Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan terkejut karena Iran tidak memberitahu Doha tentang serangan tersebut.‎‎

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan kepada wartawan bahwa “Qatar terkejut dengan serangan yang tidak dapat dibenarkan ini.”

‎‎”Ada upaya untuk menyerang Bandara Internasional Hamad. Semuanya berhasil digagalkan… Rudal-rudal tersebut dijatuhkan oleh tindakan pertahanan kami, dan tidak ada satu pun yang mencapai bandara,” tambahnya.‎‎

Al-Ansari juga mengungkapkan bahwa hampir 8.000 orang terdampar di Qatar akibat penutupan wilayah udara yang disebabkan oleh perang.

‎‎Sementara itu, Oman yang sebelumnya menjadi mediator negosiasi antara Iran dan AS sebelum konflik dimulai, mendorong gencatan senjata pada Selasa. Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, menyatakan bahwa ada opsi bagi diplomasi untuk menang dan perang dengan Iran dapat diredakan. ‎‎

Presiden AS Donald Trump menyatakan solidaritas dengan negara-negara Teluk dan menyalahkan Iran atas serangan terhadap mereka, dengan mengatakan bahwa negara-negara Teluk tidak ada hubungannya dengan konflik ini.‎‎

Sumber : Metro TV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *