MINAHASA – Kasus bunuh diri di Minahasa, Sulawesi Utara semakin ramai dan terus bertambah.
Bahkan baru-baru ini, dua pria ditemukan mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di lokasi terpisah.
Kasus pertama disebutkan berada diwilayah Kecamatan Tondano Barat.
Pria bernama A, 40 ditemukan tewas gantung diri diruang belakang lantai 3 bangunan Toko handphone harapan cell, Kelurahan Wawalintouan Lingkungan II, Minggu (26/8/24) sekitar pukul 10.45 WITA.
Korban pertama kali ditemukan oleh CY, 27 saat membuka toko sekitar pukul 10.15 WITA. Saksi datang dan naik ke lantai atas sambil memanggil korban, namun tidak ada jawaban. Saksi kemudian naik ke lantai 3 untuk mencari korban dan mendapati A sudah dalam keadaan tergantung diatas pintu ruang jemuran.
Selanjutnya, temuan kejadian ini disampaikan ke pihak kepolisian.
Sedangkan kejadian kedua terjadi di kecamatan Tondano selatan. Korban berinisial G, 24 ditemukan tewas gantung diri di sudut kamar kostnya, di kelurahan Tataaran Patar Tondano Selatan, Jumat (23/8/24) sekitar pukul 17.00 WITA.
Korban ditemukan FM, 26 yang juga mahasiswa yang tinggal di kost tersebut. Menurut FM, pada malam sebelumnya G terlihat mabuk setelah pulang dari kampus. Diketahui beberapa bulan sebelumnya G pernah mencoba bunuh diri dengan cara tidak makan dan minum selama beberapa hari setelah putus cinta.
Hasil pemeriksaan luar dalam dua kejadian terpisah ini, Polres Minahasa menyampaikan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Kapolres Minahasa AKBP S. Sophian menghimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis orang-orang disekitar mereka.
“Jangan biarkan seseorang disekitar kita merasa sendirian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif dan latar belakang dari kejadian tragis ini,” tutupnya.












